Profesi PR Mulai Dilirik Para Jurnalis

Persaingan untuk mencari pekerjaan dalam dunia Public Relations (PR) bakal semakin sengit. Pasalnya, profesi ini tidak hanya diperebutkan oleh mereka yang memang menimba ilmu dunia hubungan masyarakat, melainkan juga diincar oleh profesi yang selama ini menjadi rekan mereka, yaitu jurnalis.

Ed Vulliamy, Jurnalis The Guardian dan Observer, yang telah memenangkan penghargaan atas laporannya dari Bosnisa, serangan 9/11, Irak dan Meksiko mengatakan, jumlah wartawan di dunia media mulai mengalami penyusutan. Sedangkan jumlah mereka yang bekerja dalam dunia Public Relations terus mengalami pertumbuhan.

Alasannya pun sederhana. "Seorang jurnalis bisa meningkatkan pendapatannya ketika beralih profesi menjadi public relations, apalagi jika di perusahaan raksasa," katanya seperti dikutip www.irishtimes.com

Dia mengambil contoh Wartawan Alastair Campbell. Sebelumnya, Campbell bekerja di Daily Mirror. Namun, kini, dia menjadi Direktur Komunikasi, mantan Perdana Menteri Inggris.

Hal ini pula yang sebenarnya mulai terjadi di Indonesia. Tidak sedikit rekan media dalam negeri yang beralih profesi menjadi media relations dan public relations pada sebuah agensi atau pun perusahaan nasional dan multinasional. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mendirikan agensi sendiri.

Semua ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa wartawan memiliki kemampuan dalam networking, membangun relasi, menulis berita, serta mengerti berbagai kondisi dan karakter dalam industri media.

Dus, sudah menjadi harga mati bagi para PR di mana pun untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuannya agar bisa bersaing dengan para jurnalis yang memilih beralih profesi, yang selama ini justru menjadi rekan kerja mereka. Anda siap?

__________________________
Sumber: http://www.theprworld.com/360/pr360/465-profesi-pr-mulai-dilirik-para-jurnalis
Powered by Blogger.