Tiga Habit PR Yang Kerap Mengganggu Jurnalis

Mengirimkan rilis dan menelpon teman-teman media merupakan salah satu aktivitas seorang Public Relations (PR). Namun, tak jarang, aktivitas itu terkadang menimbulkan kesan yang buruk kepada para jurnalis.

Tak jarang, mereka merasa terganggu dengan aktivitas itu. Padahal, di satu sisi, kita sebagai PR berusaha sebisa mungkin mendapatkan sebuah publikasi.

Berikut tiga tips yang patut dijadikan acuan agar aktivitas kita tidak mengganggu para jurnalis yang dirangkum dari www.prdaily.com dan berbagai sumber:

1. Jauhkan mereka dari telepon

Seorang PR layaknya seorang tenaga penjual yang gigih menawarkan produknya. Namun, alih-alih berhasil menjual produk, upaya Anda justru meninggalkan kesan yang tidak enak bagi calon konsumen. Hal ini sedikit banyak mirip jika kita terlalu memaksakan sebuah rilis, dan menelpon wartawan agar mereka mau mempublikasikan berita kita.

Sebaliknya, jika Anda memang memiliki berita yang baik, dan telah biasa bekerjasama dengan media, sederhanakan aktivitas Anda dengan hanya mengirim email saja. Jika rilis yang Anda kirim memang relevan, mereka akan dengan senang hati merespons rilis itu dan menghubungi Anda.

Janganlah terlalu memaksakan aktivitas Anda, layaknya seorang sales yang sangat gigih namun tidak bisa melihat keadaan. Survei Vocus bertajuk 2014 State of Media Reports menyebutkan bahwa 91% jurnalis lebih senang dihubungi via e- mail ketimbang telepon, sosial media, atau pesan singkat.

2. Memancing dengan berbagai platform

Namun, satu hal yang harus dicatat, Anda boleh melakukan hal ini jika para jurnalis itu tidak keberatan dengan cara ini. Pasalnya, survei Vocus mengatakan hanya 3% jurnalis yang menerima tanggapan melalui sosial media, dan hampir setengahnya tidak melakukannya.

Wartawan layaknya seorang PR. Mereka senang bersosialisasi melalui banyak platform, namun semuanya memiliki fungsi masing-masing. Misalnya, Facebook untuk keperluan pribadi, Linkedin untuk profesional, dan Twitter untuk campuran dari keduanya.

Jadi, sebelumnya menggunakan platform sosial media untuk berhubungan, pastikan mereka tidak keberatan dan tindakan kita ini akan mendapat sambutan positif.

3. Membuat sebuah ringkasan

Membuat rilis menjadi aktivitas hal yang tidak bisa dihindari oleh PR, entah membuat pengumuman terkait aktivitas perusahaan, penelitian, atau peluncuran sebuah produk baru. Namun, ketika Anda mengirimkan sebuah rilis, jangan lupa untuk memberikan sebuah rangkuman yang kiranya bisa menarik minat para wartawan.

Sebab, mereka sangat senang dengan keringkasan. Mereka akan antipati jika harus membaca e-mail yang sangat panjang sehingga membuat mereka bosan untuk melihat lebih lanjut.

Dengan membuat sebuah ringkasan, klien Anda juga akan lebih mudah untuk membaca dan meninjaunya, serta menyetujuinya.

Tips ini memang terbilang kontekstual. Tak jarang, ada wartawan yang tidak keberatan untuk ditelepon, dihubungi via sosial media, atau membaca e-mail yang panjang.

Namun, di tengah kesibukan dan tekanan terhadap deadline, alangkah baiknya jika ketiga tips ini bisa menjadi acuan bagi para PR.

___________________
Sumber: http://www.theprworld.com/360/pr360/488-tiga-habit-pr-yang-kerap-mengganggu-jurnalis
Powered by Blogger.